infeed1

IMPLEMENTASI POLSTRANAS DALAM BIDANG PENDIDIKAN

1:52 PM Add Comment




BAB I

Pendahuluan

1.         Latar Belakang

Pada zaman modern ini, arus perubahan budaya sangatlah tidak terkendalisehingga menyebabkan kelunturan bagi kaum pelajar terutama mahasiswa dalammemahami budaya politik bangsa termasuk pemahaman mengenai politik danstrategi nasional yang menjadi tujuan bangsa Indonesia. Melihat permasalahan ini,kami merasa perlu untuk membahas materi mengenai politik dan strategi nasionaldengan memfokuskann pada implementasi polstranas. Agar meningkatkanwawasan mahasiswa mengenai politik negara Indonesia dan strategi dalammempertahankan keutuhan bangsa

TujuanMakalah ini dibuat bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswamengenai Polstranas. Mulai dari pengertian ,penyusunan, perwujudan, sampaiimplementasi-implementasi Polstranas. Adapun intinya makalah ini menekankanmahasiswa untuk lebih memahami implementasi-implementasi yang berkaitandengan Politik strategi nasional (POLSTRANAS). Terutama dalam bidang pendidikan.
2.         Rumusan Masalah
Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang Polstranas, membuat mahasiswa sering melakukan aksi- aksi yang tidak perlu. Karena sering adanya ktidaksesuaian antara keputusan konstitusi- konstitusi  dengan pedapat rakyat/ mahasiswa itu sendiri. Sehingga mereka sering merugikan masyarakat dan dirinya sendiri.
BAB II

Pembahasan

1.         Pengertian Polstranas

·      Politik Nasional secara umum adalah suatu asas, haluan, usaha dan kebijaksanaan dari tindakan negara tentang: Pembinaan dan penggunaan potensi nasional secara totalitas.

·      Strategi Nasional adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atas pencapaian tujuan yang tlah ditetapkan sebelumnya.

·      Strategi Nasional merupakan seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan IPOLEKSOSBUD- HANKAM  untuk mencapai tujuan.

·      Dengan kata lain Stranas adalah penggunaan potensi kekuatan nasional yang tersedia untuk mendukung Polnas yang telah ditetapkan.


2.         Penyusunan Polstranas

Sejak tahun 1985 berkembang pendapat bahwa lembaga- lembaga yang tercantum dalam UUD 1945 disebut “Suprastruktur Politik” sedangkan badan- badan yang ada dalam masyarakat disebut “infrastruktur politik”.

Penyusunan Polstranas tingkat “suprastruktur” diatur oleh Presiden- Lembaga Negara lainnya dan Badan/ Lembaga nn Kementrian.

Infrastruktur politik berpartisipasi melalui pranata- pranata Parpol, ORMAS, LSM dll. Baik dalam mengontrol, mengawasi jalannya Polstranas.

3.         Dasar Pemikiran Polstranas

Dasar pemikiran Polstranas adalah pemahaman pokok- pokok pikiran yang terkandung dalam manajemen nasional yang berlandaskan  Pancasila, UUD 1945, Wanus dan Tanas.

4.         Implementasi Polstranas Dalam Bidang Pendidikan

·      Melakukan pembaruan sistem pendidikan

·      Menupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperolehpendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia

·      Menigkatkan kemampuan akademis, profesionalisme, dan jaminankesejahteraan para pendidik sehingga mereka mampu berfungsi secaraoptimal.

·      Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baikoleh masyarakat maupun pemerintah dan memantapkan sistempendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembanganilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

·      Mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin secaraterarah, terpadu, dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif danreaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapatberkembang secara optimal.
BAB III

Penutup

1.         Kesimpulan

Pada dasarnya Polstranas merupakan perpaduan antara asas, haluan, usaha dan kebijaksanaan dari tindakan negara tentang: Pembinaan dan penggunaan potensi nasional secara totalitas seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan IPOLEKSOSBUD- HANKAM  untuk mencapai tujuan nasional. Yang mempunyai dasar pemikiran pemahaman pokok- pokok pikiran yang terkandung dalam manajemen nasional yang berlandaskan  Pancasila, UUD 1945, Wanus dan Tanas.

Polstranas diperlukan dalam dunia pendidikan supaya mutu pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Dan tenaga pendidik dan murid atau mahasiswa mendapatkan haknya.

2.         Kritik  dan Saran

Perwujudan Polstranas dalam dunia pendidikan hendaknya sesuai dengan yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.


















Daftar Pustaka


http://tiosijimbo.wordpress.com/2010/04/08/bab-iv-politik-dan-strategi-nasional/     
  ( diakses tanggal  4 Januari 2012)

http://www.scribd.com/doc/42872841/Politik-Nasional-Dan-Strategi-Nasional
                  ( diakses tanggal 4 Januari 2012 )

PERBEDAAN TATA CARA PUJABHAKTI

1:46 PM Add Comment

Dalam perkembanganya Agama Buddha dibagi menjadi beberapa sekte  besar antara lain Mahayana, Theravada dan Tantrayana. Dengan perbedaan sekte ini maka menyebabkan adanya perbedaan dalam tata cara puja bhaktinya.Berikut ini tabel perbedaan tatacara pja bhakti :
SEKTE

PERBEDAAN


Theravada
Menggunakan Tipitaka berbahasa Pali turun- temurun hingga sekarang.
Memegang teguh Sila, Samadhi, Panna.
Proses penghormatan kepada Triratna dengan cara membaca parittatuntunan kebaktian yang menggunakan bahasa pali namun dalam tradisi Theravada tidak diiringi dengan “alat musik”.
Tujuan akhirnya adalah mencapai tingkat kesucian Arahat ( Selesainya tugas kehidupan).
Mahayana
Menggunakan Tipitaka berbahasa Sansekerta.
Memegang teguh nilai- nilai ritual.
Selain penghormatan dan pemujaan terhadap Sakyamuni Buddha yang merupakan manussi Buddha untuk kehidupan kurun waktu masa kini, juga dikenal dan dilakukan penghormatan dan pemujaan terhadap Dhyani Buddha, Dhyani Bodhisattva, Manussi Buddha, maupun Budhisattva-Mahasattva dan Buddha- Buddha yang lainnya.
Mereka menggunakan mantra yang berbahasa sansekerta dan diiringi pula dengan “alat musik”.
Tujuan akhirnya adalah Bodhisatva Sila ( Mencapai tingkat kesucian Arahat setelah semua makhluk terbebas dari Samsara.
Tantrayana
Mempunyai tradisi yang sangat berbeda dari 3 kelompok besar yaitu: Kharmapha, Gilumpha, dan Nimampha.
Memegang teguh ritual dan Samadhi.



Referensi
v  Mukti, Krishnanda wijaya. 2004. Membuka Wawasan Intersektarian. Jakarta: Penerbit Dian Dharma
v  Dhammananda, sri. 2004. Keyakinan Umat Buddha. Jakarta: Yayasan Penerbit Karaniya.
v  Priastana, Dhammasukha Jo.1994. Pokok Pokok Dasar Mahayana. Jakarta: yayasan Yasodhara Puteri.