infeed1

DHARMADUTA

8:18 PM Add Comment
Latar belakang

            “aku telah bebas, o para bhikkhu, dari semua belenggu, baik surgawi maupun mansiawi”.”kalian juga, o para bhikkhu, telah bebas dari semua belenggu, baik surgawi maupun manusiawi”.

            “pergilah, o para bhikkhu, demi kebaikan semua pihak, atas dasar kasih sayang kepaa dunia, demi kebaikan, manfaat, dan kebahagiaan para dewa dan manusia. Janganlah dua orang pergi dalam sat arah. Ajarkanlah, o para bhikkhu, dhamma, yang indah pada awal, indah pada pertengahan, indah pada akhirnya, baik yang tersirat maupun tersurat. Nyatakanlah Kehidupan Suci, yang sempurna dan murni”.

            “Ada manusia dengan sedikit debu pada mata mereka, yang jika tidak mendenggar dhamma akan jatuh. Mereka itulah yang akan memaham dhamma”.

            “aku juga, o para bhikkhu, akan pergike Uruvela di Senanigama, dalam rangka mengajar dhamma”.

“Kalian yang telah melaksanakn tugas kalian, kibarkanlah Bedera Orang Bijaksana. Ajarkanlah Dhamma Agnng. Bekerjalah demi kebaikan pihak lain”


Itulah yang dikataka Sang Buddha sewaktu mengutus murid- muridnya untukmenyebarkan Dhamma , sehingga Dharmaduta dilaksanakan.

Pengertian Dharmaduta

Dharmaduta, secara etimologis berasal dari dua kata yaitu “Dhamma” artinya ajarn Buddha sedangkan ‘Duta” adalah petugas atau pengemban. Dharma duta berarti Pengemban dan petugas Dhamma. Dharmaduta dalam terminologi Buddhis dikenal sebagai penyebar atau pengkhotbah Dhamma.

Tujuan Dharmaduta

            Secara khusus bertujuan untuk :

1.      Memperkokoh dan mempertahankan kelangsungan Ajaran Sang Buddha.

2.      Agar para pendengar dapat mengikuti dan melaksanakan Dhamma dan Vinaya secara benar.

3.      Melindungi Ajaran Buddha dari Usaha penyelewengan , sehingga umat menjadi bijaksana.

Buddha menyebutkan tujuan dhammaduta, agar umat menjadi :

1.      Bijaksana dalam melaksanakan peraturan (Sila/ Vinaya) secara benar

2.      Cakap dan terpelajar.

3.      Memelihara Dhamma.

4.      Hidup sesuai Dhamma.

5.      Berpegang teguh pada pemimpin yang telah ditetapkan ( dalam musyawarah ).

6.      Memepelajari sabda- sabda , khotbah- khotbah Sang Buddha, kemudian mnerangkan kepada orang lain.

Sejarah Dhammaduta

Pembabaran Roda Dhamma yang pertama kali di taman Rusa Isipatthana , itulah yang menjadi tonggak pertama sisitem ke-Dharmadutaan. Dharmaduta pertama kali dilaksanakan pada masa pemerintahan raja Asoka yaitu di tandai dengan pengiriman 9 kelompok dharmaduta ke sembilan penjuru, termasuk pengiriman dharmaduta ke Srilanka yang dipimpin oleh Arahat Mahinda Thera, putra dari Raja Asoka.Menurut mahavamsa , setelah mendapat perbekalan yang cukup Arahat Mahinda Thera bersama Thera Itthiya, Uttiya, Sambala, dan Baddhasala, Sumana Samanera  Upasaka Bhanduka terbang ke Srilanka, 236 setelah Mahaparinibbana dari Sang Buddha.

Kesimpulan

            Dharmaduta dilaksanakan pertama kali pada masa pemerintaha Raja asoka dengan mengirimkan 9 kelompok Dharmaduta ke sembilan penjuru. Dan juga ke Srilanka yang dipimpi oleh anaknya Arahat Mahinda Thera. Dharmaduta bertujuan supaya ajaran Sang Buddha tetap lestari.

MEDITASI PRAKTIK UNIVERSAL

8:10 PM Add Comment
Book Review 2

Meditasi Praktik Universal

            Dalam agama Buddha meditasi sudah dikenal sejak jaman ketika Sang Buddha masih hidup. Bahkan banyak umat- umat lain juga suka dengan meditasi walaupun caranya berbeda.

Sahabat Dharma yang berbahagia. Banyak orang mengira meditasi hanyalah teknik agama- agama di Asia. Sejumlah penganut Yahudi dan Kristen bahkan berargumen bahwa meditasi tidak punya tempat yang sah dalam agama mereka, dengan mengatakan bahwa “pikiran yang kosong adalah tempat setan” atau “berpangku tangan adalah musuh jiwa”. Namun, semua orang yang telah meditasi tahu perbedaan yang besar antara berpangku tangan untuk bermalas- malasan dengan kedamaian yang dalam yang diperoleh dari praktik meditasi.

Dengan melaksanakan meditasi bukan hanya kedamaian yang diperoleh namun pencapaian yang lebih tinggi juga akan diperoleh dengan syarat kita juga memiliki landasan Sila yang baik. Dengan demikian maka nafsu keinginan dapat dikikis secara perlahan. Meditasi dapat dilakukan dalam waktu yang sesuai asal diri kita siap baik dari jasmani maupun batin kita. Sebaiknya kita tidak memandang salah sebuah hal sebelum membuktikannya. Faktanya meditasi mulai berkembang dimana- mana bukan hanya untuk kepentingan spiritual semata namun juga untuk kepentingan kesehatan tidak memandang agama, bahkan sekarang anak kecil sudah diberikan pelajaran tentang meditasi beserta praktiknya.

Referensi:

Chandra, Johny. 2007. Pejuang Batin. Surakarta: Vihara Dhamma Sundara



GHOTAMUKHA SUTTA

8:05 PM Add Comment
Kepada Gothamukha
Tempat: Khe­miyambavana, Baranasi.

Inti Sutta

                 Suatu diskusi terjadi antara Bhante Udena dan seorang brahmana bernama Ghoá¹­amukha berkenaan dengan praktek kehidupan suci. Bhante Udena menjelaskan 4 macam manusia yang menjalani praktek pertapa.
  1. Ada orang yang suka menyiksa dirinya, tertarik dalam penyiksaan dirinya.Di sini seorang manusia yang telanjang, menolak adat, menjilat tangannya, tidak datang bila ditanya, tidak berhenti bila ditanya; dia tidak menerima apa-apa dari luar dari sebuah pot, dari luar sebuah mang­kok, melewati ambang pintu, melewati tongkat, melewati sebuah alat penumbuk, dari dua orang yang sedang makan bersama-sama, dari seorang wanita yang bersa­ma anaknya, dari seorang wanita yang sedang menyususi anaknya, dari (tempat) seorang wanita yang sedang berbaring, dari tempat makanan yang diiklankan untuk disalurkan, dari tempat seekor anjing sedang menunggu, dari tempat lalat mendengaung; dia tidak menerima daging atau ikan, dia tidak minum minuman keras, anggur atau minuman yang memabukkan; dia tetap ke satu rumah, untuk sesuap  makanan; dia tetap ke dua rumah, untuk dua suap makanan .... Ia tetap ke tujuh rumah, untuk tujuh suap makanan. Dia hidup dengan satu cawan, dengan dua cawan .... Dengan tujuh cawan, sehari; dia mengambil makanan sehari seka­li, dua hari sekali .... Tujuh hari sekali, dan begitulah sampai empat belas hari sekali. Dia tetap mengikuti praktik mengambil makanan pada saat istira­hat. Dia seorang pemakan sayur-sayuran, atau padi-padian, atau padi liar, atau dedak, atau lumut, atau dedak padi, atau ampas, atau tepung sesamun, atau rumput, atau pupuk sapi; dia hidup dengan akar hutan dan dengan buah-buahan sebagai sumber rezeki pengisi perut. Dia berpakaian dengan rami, dengan pakai­an yang bercampur rami, dengan kain kafan, dengan kain compang-camping yang sudah tak terpakai, dengan kulit pohon, dengan kulit rusa, dengan barang tenunan rumput kusa, dengan barang tenunan kulit pohon, dengan barang tenunan kulit kayu, dengan wol rambut kepala, dengan wol hewan, dengan sayap burung hantu. Dia yang mencukur rambut dan jenggotnya, mengikuti praktek mencukur rambut dan jenggotnya. Dia yang berdiri terus menerus, menolak tempat duduk. Dia yang jongkok terus menerus, setia untuk tetap berposisi jongkok. Dia merupakan seorang yang menggunakan matras yang  berpaku besar; dia membuat matras berpaku besar sebagai tempat tidurnya. Dia tetap mengikuti praktik mandi dalam air untuk waktu yang ketiga kalinya di malam hari. Nyatanya dia tetap mengikuti praktik penyiksaan dan penganiayaan tubuh dalam aspek utama­nya. Inilah manusia yang disebut penyiksa diri, yang senang dengan penyiksaan diri.
  2. Ada orang yang suka menyiksa orang lain , dan tertarik dalam penyiksaan orang lain. Di sini ada manusia yang merupakan penjagal domba, penjagal babi, penjagal unggas, pemasang perangkap binatang buas, seorang pemburu, seorang penangkap ikan, pelaksana hukuman untuk narapidana, seorang penjaga penjara, atau mengikuti pekerjaan berdarah lainnya. Inilah yang dise­but manusia yang menyiksa makhluk lainnya, yang senang dengan penganiayaan makhluk lainnya.
  3. Ada orang  yang suka menyiksa dirinya sendiri, terta­rik dalam penyiksaan diri sendiri, juga ia menyiksa orang lain, tertarik  dalam penyiksaan orang lain. Di sini seseorang  yang merupakan prajurit yang mulia yang memberi perminyakan suci, raja, atau hartawan besar. Dia mempunyai kuil suci yang baru yang dibuat untuk kota bagian timur, dan telah mencukur rambut dan jenggotnya, berpakaian dengan kulit yang kasar dan meminyaki tubuhnya dengan susu mentega dan minyak, mencakar punggungnya dengan tanduk rusa, dia masuk ke kuil pengorbanan bersama dengan ratu dan pendeta terhormat dari kasta brahmana. Di sana dia berbaring di atas tanah kosong yang berumput di atasnya. Raja menggunakan susu yang ada dalam puting susu sapi bersama anak sapi dari warna yang sama sedangkan ratu menggunakan susu yang berada dalam puting susu kedua, dan pendeta terhormat brahmana ini menggunakan susu yang berada dalam puting susu yang ketiga, dan susu yang berada dalam puting susu yang keempat mereka tuang ke dalam api : anak sapi menggunakan susu yang tersisa. Dia berkata demikian : "Biarkan sekian banyak sapi jantan disembelih untuk pengorbanan, biarkan sekian banyak pohon ditebang untuk tempat pengorbanan, biarkan sekian banyak rumput dipotong untuk rumput pengor­banan." Dan kemudian para budaknya dan pesuruh dan pelayannya membuat persia­pan dengan wajah yang menyedihkan dan menangis, mereka yang didorong oleh ancaman hukuman dan oleh rasa takut. Inilah yang disebut jenis manusia yang menyiksa diri sendiri, yang senang dengan penganiayaan diri, dan penyiksaan makhluk lainnya, yang senang dengan penganiayaan makhluk lainnya.
  4. Ada orang  yang tidak ingin menyiksa  dirinya  sen­diri, tidak tertarik dalam penyiksaan dirinya sendiri, ia pun tidak menyiksa orang lain, tidak tertarik dalam penyik­saan orang lain;  karena ia tidak menyiksa diri sendiri maupun  orang  lain, di sini dan sekarang ia tidak kepana­san, padam, dingin, ia hidup mengalami kesenangan seperti seseorang yang menjadi brahma dalam dirinya. Di sini, seorang Tathagata muncul di dunia, yang besar menjadi Arahat dan mencapai pencerahan sempurna, sempurna dalam pengetahuan yang besar dan perbuataan, yang mengetahui semua dunia, pemimpin yang tak dapat ditandingi untuk menjinakkan manusia, guru para dewa dan manusia, yang mencapai pencerahan, yang diberkahi.


Penjelasan mengenai  keempat hal ini lebih detail terdapat dalam Kandaraka Sutta 8- 29.

Kemudian Bhante Udena juga menanyakan kepada Brahmana Goá¹­amukha untuk memilih salah satu diantara dua jenis manusia. Dua jenis kelompok tersebut adalah:
  1. Ada  kelompok yang ingin permata dan anting-anting, mencari pekerja wanita dan pria, mencari ladang dan tanah, mencari emas dan perak.
  2.  Ada kelompok lain yang sama sekali tidak menginginkan permata dan anting-anting, meninggalkan istri dan anak-anak, meninggalkan pekerjaanya, laki dan perempuan, meninggalkan ladang-ladangnya dan tanah­nya, meninggalkan emas dan perak, meninggalkan kehidupan berumah-tangga menjadi tak berumah-tangga. Juga kelompok ini tidak menyiksa diri mereka, tidak tertarik  menyiksa orang lain; kelompok ini, karena mereka tidak menyiksa diri mereka dan orang lain, maka  di sini dan sekarang mereka tidak panas, padam, dingin dan telah menjadi brahma dalam dirinya, mereka hidup dengan menyenangkan.

                 Setelah khotbah itu, brahmana itu pun menjadi siswa Bhante Udena dan berlindung pada Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Brahmana Ghoá¹­amukha akan memberikan dana berupa vihara yang didirikan di Pataliputta. Sekarang tempat ini bernama Ghotamukhi.

Pesan Moral


Berdiskusilah hal positif yang memberikan pengetahuan dan pencerahan bagi diri kita dan orang lain.

Referensi
 Anggawati, Lanny.2000.Panduan Tipitaka. Klaten: Wisma Sambodhi.
Anggawati, Lanny. 2006. Majjhima Nikaya 5. Klaten: Wisma Sambodhi.
  http://majjhimanikaya-rustam.blogspot.com/2010/03/ghotamukkha-sutta.html (diakses tanggal 17 November 2012)

Khandhasaṃyutta Khotbah Berkelompok Tentang Kelompok-kelompok Unsur Kehidupan

7:55 PM Add Comment
 NAKULAPITA SUTTA

Tempat: Suku Bhagga di Sumsumaragira di Hutan Bhesakala, Taman Rusa.

Latar Belakang:

Mengenai seorang perumah tangga bernama Nakulapita yang meminta nasihat kepada Sang Bhagava supaya terarah pada kesejahteraan dan kebahagan dalam waktu yang lama.

Inti:

            Kemudn Sang Bhagava menaasihati Nakulapita untuk melatih pikiran “Ketika aku sengsara tubuh, pikiranku tidak akan sengsara”. Setelah mendengar hal ini kemudn Nakulapita menemui YM Sariputta dan mengulang pernyataan ketika bertemu Sang Bhagava. Kemudn YM Sariputta menjelaskan mengenai bagaimana seseorang dapat ditubuh dan sengsara di pikiran.


·         Menganggap bentuk sebagai diri, atau diri sebagai memiliki bentuk, atau bentuk sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam bentuk. Hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah bentuk, bentuk adalah milikku”. Selama  hidup dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, bentuk itu berubah. Dengan perubahan bentuk itu, muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

·         Menganggap perasaan sebagai diri, atau diri sebagai memiliki perasaan, atau perasaan sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam perasaan. Hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah perasaan, perasaan adalah milikku”. Selama hidup dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, perasaan itu berubah. Dengan perubahan perasaan itu, muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

·         Menganggap persepsi sebagai diri, atau diri sebagai memiliki persepsi, atau persepsi sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam persepsi. Hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah persepsi, persepsi adalah milikku.” Selama hidup dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, persepsi itu berubah. Dengan perubahan persepsi itu, muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

·         Menganggap bentukan-bentukan kehendak sebagai diri, atau diri sebagai memiliki bentukan-bentukan kehendak, atau bentukanbentukan kehendak sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam bentukan-bentukan kehendak. Hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah bentukan-bentukan kehendak, bentukan-bentukan kehendak adalah milikku”. Selama  hidup dikuasai oleh gagasangagasan ini, bentukan-bentukan kehendak itu berubah. Dengan perubahan bentukan-bentukan kehendak itu, muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

·         Menganggap kesadaran sebagai diri, atau diri sebagai memiliki kesadaran, atau kesadaran sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam kesadaran.  hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah kesadaran, kesadaran adalah milikku.” Selam hidup dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, kesadaran itu berubah. Dengan perubahan kesadaran itu, muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

YM Sariputta juga menjelaskan mengenai bagaimana seseorang sengsara dalam tubuh tetapi tidak sengsara dipikiran.

·         Tidak menganggap bentuk sebagai diri, atau diri sebagai memiliki bentuk, atau bentuk sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam bentuk. Tidak dengan hidup dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah bentuk, bentuk adalah milikku.” Selama  hidup tanpa dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, bentuk itu berubah. Dengan perubahan bentuk itu, tidak muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

·         Tidak menganggap perasaan sebagai diri, atau diri sebagai memiliki perasaan, atau perasaan sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam perasaan. Tidak hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah perasaan, perasaan adalah milikku.” Selama  hidup tanpa dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, perasaan itu berubah. Dengan perubahan perasaan itu, tidak muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

·         Tidak menganggap persepsi sebagai diri, atau diri sebagai memiliki persepsi, atau persepsi sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam persepsi.  tidak hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah persepsi, persepsi adalah milikku.” Selama hidup tanpa dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, persepsi itu berubah. Dengan perubahan persepsi itu, tidak muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

·         Tidak menganggap bentukan-bentukan kehendak sebagai diri, atau diri sebagai memiliki bentukan-bentukan kehendak, ataubentukan-bentukan kehendak sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam bentukan-bentukan kehendak.  tidak hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah bentukan-bentukan kehendak, bentukanbentukan kehendak adalah milikku.” Selama hidup tanpa dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, bentukan-bentukan kehendak itu berubah. Dengan perubahan bentukan-bentukan kehendak itu, tidak muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

·         Tidak menganggap kesadaran sebagai diri, atau diri sebagai memiliki kesadaran, atau kesadaran sebagai di dalam diri, atau diri sebagai di dalam kesadaran.  tidak hidup dengan dikuasai oleh gagasan: “Aku adalah kesadaran, kesadaran adalah milikku.” Selama  hidup tanpa dikuasai oleh gagasan-gagasan ini, kesadaran itu berubah. Dengan perubahan kesadaran itu, tidak muncul dalam dirinya penderitaan, ratapan, kesakitan, ketidaksenangan, dan keputusasaan.

Inilah pernyataan YM Sariputta kepada Nakulapita. Dengan sangat bergembira, perumah tangga Nakulapita bersukacita dengan pernyataan YM Sariputta.


Pesan Moral:

Pikiran itu lebih liar daripada binatang busa sekalipun. Maka marilah kita berlatih mengendalikan pikiran kita agar hidup kita selalu tentram. Tubuh kita boleh sakit tetapi jangan sampai pikiran kita ikut sakit.


Referensi:

-----------. 2009. Samyutta Nikaya 5. Klaten: Wisma Sambodhi.

Bhikkhu Bodhi. 2010. Terjemahan Baru Samyutta Nikaya. Jakarta: DhammaCitta Press. (PDF File).

METAFISIKA DAN ELEMEN- ELEMENNYA DALAM BUDDHIS

7:39 PM Add Comment


A.    Latar Belakang

Banyak orang menganggap metafisika berkaitan dengan hal- hal yang bersifat gaib. Atau juga ada yang menganggap metafisika sebagai ilmu yang mempelajari tentang alam- alam setan ataupun yang berhubungan dengan klenik. Persepsi tersebut sebenarnya tidak dapat disalahkan, karena dalam arena perebutan makna sebuah istilah, maka sebuah istilah termasuk metafisika seiring perubahan waktu dalam konteks sosial dan sejarah jelas mengalami pergeseran makna yang digunakan oleh masyarakat, terutama masyarakat awam. Memang hal-hal supranatural juga termasuk atau tercakup dalam definisi metafisika, namun metafisika tidak dapat diartikan sepenuhnya adalah mengenai supranatural, kian lama agaknya definisi metafisika tidak menunjuk pada objek definitif yang diwakilinya. Hal yang sama seperti ketika sekarang dalam mempelajari filsafat lebih familiar diketahui adanya ontologi, epistemologi, dan aksiologi sebagai batang tubuh atau elemen-elemen fundamental kajian filsafat, dan seakan melupakan metafisika.

B.     Pengertian Metafisika

Pada mulanya istilah metafisika digunakan di Yunani untuk merujuk pada karya-karya tertentu Aristoteles (384-322 SM). Namun sebenarnya istilah metafisika bukanlah dari Aristoteles, metafisika oleh Aristoteles disebut sebagai filsafat pertama atau theologia, dalam pandangan Aristoteles, metafisika belum begitu jelas dibedakan dengan fisika. Istilah metafisika yang kita kenal sekarang, berasal dari bahasa Yunani ta meta ta physika yang artinya “yang datang setelah fisik”. Istilah tersebut diberikan oleh Andronikos dari Rhodos (70 SM) terhadap karya-karya Aristoteles yang disusun sesudah (meta) buku fisika. (Loren Bagus, Matafisika, (Jakarta: Gramedia, 1991), hlm 18)

Aristoteles dalam bukunya yang berjudul Metaphysica mengemukakan beberapa gagasannya tentang metafisika antara lain:
  • Metafisika sebagai kebijaksanaan (sophia), ilmu pengetahuan yang mencari pronsip-prinsip fundamental  dan penyebab-penyebab pertama.
  • Metafisika sebagai ilmu yang bertugas mempelajari yang ada sebagai yang ada (being qua being) yaitu keseluruhan kenyataan.
  • Metafisika sebagai ilmu tertinggi yang mempunyai obyek paling luhur dan sempurna dan menjadi landasan bagi seluruh adaan, yang mana ilmu ini sering disebut dengan theologia.

Ketiga keterangan Aristoteles tentang metafisika tersebut,  sebenarnya terdapat dua obyek yang menjadi metafisis Aristoteles yaitu,
  1. yang ada sebagai yang ada being qua being dan
  2. yang Ilahi.

Namun demikian Aristoteles sendiri tidak menjadikan dua obyek kajian sebagai obyek bagi dua disiplin ilmu yang berbeda. Seorang filosof  Jerman bernama Christian Wolff cenderung meyakini bahwa pembicaraan tentang yang ada sebagai yang ada dan yang Ilahi harus dipisahkan dan tidak dapat dibicarakan bersama-sama. Oleh karenanya, Wolff memilah filsafat pertama Aristoteles menjadi metaphysica generalis (metafisika umum) atau juga sering disebut ontologi dan methapysica specialis (metafisika khusus).

Pengertian Metafisika Dalam Filsafat Menurut Para Ahli

Menurut Cristian Wolf (1679-1754), metafisika terbagi menjadi dua jenis. Pertama, metafisika generalis, yakni ilmu yang membahas mengenai yang ada atau pengada atau yang lebih dikenal sebagai ontologi, dan kedua, metafisika spesialis yang terbagi menjadi tiga bagian besar,
  • antropologi, yang menelaah mengenai hakikat manusia, tentang diri dan kedirian, tentang hubungan jiwa dan raga,
  • kosmologi, yang membahas asal-usul alam semesta dan hakikat sebenarnya, dan
  • teologi, membahas mengenai Tuhan secara rasional.

Bahasan yang terdapat dalam metafisika secara umum antara lain meliputi,

(1) yang-ada (being), 
(2) kenyataan (reality),                      
(3) eksistensi (existence),      
(4) esensi (essence),   
(5) substansi (substance),      
(6) materi (matter),    
(7) bentuk (form),      
(8) perubahan (change),         
(9) sebab-akibat (causality), dan       
(10) hubungan (relation).

C.     Elemen- elemen Metafisika

a.      Secara Umum

Elemen- elemen metafisika secara umum adalah sebagai berikut:

·   Elemen Sejati, yaitu Cahaya dan Kegelapan (disebut juga Keteraturan dan Kekacauan).

·   Elemen Alam, yaitu Api, Air, Angin, dan Tanah.

·   Elemen Campuran, yang merupakan hasil penggabungan dari Elemen Sejati dan Elemen Alam; terdiri dari:

1.      Gravitasi (Api + Angin + Cahaya)

2.      Petir (Api + Angin + Kegelapan)

3.      Es (Air + Angin + Cahaya)

4.      Kabut (Air + Angin + Kegelapan)

5.      Isara (Api + Tanah + Cahaya)

6.      Meteor (Api + Tanah + Kegelapan)

7.      Kayu (Air + Tanah + Cahaya)

8.      Logam (Air + Tanah + Kegelapan)

·   Elemen Individu, yaitu elemen-elemen yang membentuk seorang individu; terdiri dari Persona/Karakter, Raga, Ruh, dan Akal/Pikiran.

b.      Secara Buddhis

Dilihat dari elemennya secara umum, maka dalam agama Buddha tepatnya dalam Abhidhamma, dijelaskan juga mengenai unsur- unsur tersebut dalam Rupa 28. Rupa adalah keadaaan yang dapat berubah dan bercerai dengan kedinginan dan kepanasan. Rupa terbagai menjadi 2 yaitu:

·   Mahabhutarupa 4: 4 unsur dasar yang besar.

1.      Pathavi Dhatu: unsur tanah atau padat.

2.      Apo Dhatu: Unsur Air atau Cair.

3.      Tejo Dhatu: Unsur Api atau Panas.

4.      Vayo Dhatu: Unsur Angin atau Gerak.

·   Upadayarupa 24: 24 macama berasal dari materi

1.      Pasadarupa 5: 5  materi yang mampu menerima obyek.

a.       Cakkhu Pasada: Landasan Mata.

b.      Sota Pasada: Landasan telinga.

c.       Ghana Pasada: Landasan hidung.

d.      Jivha Pasada: Landasan Lidah.

e.       Kaya Pasada: Landasan jasmanni.

2.      Visayarupa 4: 4 yang menjadi objek panca indera.

a.       Ruparammana: Obyek bentuk.

b.      Saddarammana: Obyek Suara.

c.       Gandharammana: Obyek bau.

d.      Rasarammana: Obyek rasa.

3.      Bhavarupa 2: 2 macam  kelamin.

a.       Itthibhava: unsur betina

b.      Purisabhava: Unsur jantan

4.      Hadayarupa 1:

a.       Hadayarupa: unsur batin sanubari

5.      Jivitarupa 1

a.       Jivitarupa: unsur kehidupan

6.      Ahararupa 1

a.       Kabalikarahara: unsur makanan

7.      Paricchedarupa 1

a.       Paricchedarupa: unsur dari ruangan

8.      Vinnatirupa 2: 2 bentuk perhubungan

a.       Kaya vinnati: unsur isyarat dengan gerakkan badan.

b.      Vaci vinnatti: unsur isyarat dengan kata- kata.

9.      Vikararupa 3: 3 macam gaya plastis.

a.       Lahuta: unsur gaya ringan.

b.      Muduta: Unsur gaya menurut.

c.       Kammannata: unsur  gaya menyesuaikan diri.

10.  Lakkhana rupa 4: 4 corak yang khas.

a.       Upacaya: unsur sempurna.

b.      Santati: Unsur bergantung terus.

c.       Jarata: unsur kelapukkan.

d.      Aniccata: Unsur tidak kekal.


D.    Kesimpulan

Elemen- elemen metafisika secara umum tidak jauh berbeda dengan apa yang terdapat dalam Rupa 28. Hanya saja memang pada Rupa 28 ada beberapa unsur yang kalau dipahami kurang sesuai.

Tepatnya elemen-  elemen metafisika sama dengan unsur utama yang besar (Mahabhuta rupa 4). Yang dalam elemen metafisika unsur tersebut digabungkan sehingga ada elemen yang disebut dengan elemen campuran.Mahabhuta rupa 4 lebih sesuai dengan elemen alami pada elemen umunya sedangkan elemen individu lebih cenderung ke Upadaya rupa 24.


Referensi:

ü  Panjika. 2004. Kamus Umum Buddha Dharma. Jakarta; Trisattva Buddhist Centre.

ü  Panjika. 2005. Abhidhammatthasangaha. Tangerang; Vihara Padumuttara.

ü  http://www.vandaria.com/metafisika-elemen-pembentuk (diakses tanggal 06 Maret 2013)

ü  http://www.sarjanaku.com/2012/10/pengertian-metafisika-dalam-filsafat.html (diakses tanggal 06 Maret 2013)

·         http://parapsikolog.wordpress.com/arti-metafisika/ (diakses tanggal 06 Maret 2013)

PENTINGNYA BERPIKIR HOLISTIK PADA KEHIDUPAN MANUSIA

7:35 PM Add Comment
A.      Latar Belakang
Sebagian orang beranggapan bahwa filsafat adalah sesuatu hal yang tidak penting, bahkan sesuatu hal yang tabu untuk diperbincangkan. Pada dasarnya filsafat bukanlah hal yang buruk, karena filsafat itu sebenarnya adalah berfikir secara mendasar (Radikal), menyeluruh (holistik), dan spekulasi (spekulatif). 
Perkembangan globalisasi dewasa ini menuntut seseorang, pemikir, cendekiawan, atau ilmuwan untuk dapat mengkaji permasalahan-permasalahan secara luas atau dari sudut pandang yang berbeda-beda. Kenyataan yang sering ditemui adalah pikiran manusia hanya terfokus atau terspesialisasi pada bidang-bidang kehidupan atau keilmuwan tertentu. Pemikiran yang cenderung  terkotak-kotak, parsial, atau fragmented adalah wajar. Namun perlu disadari, manusia hidup pada suatu sistem besar yang saling terkoneksi satu dengan lainnya. Apabila, manusia tetap mengkhususkan diri dengan pemikirannya yang sempit, maka tidak tertutup kemungkinan dia akan menjadi seseorang yang fanatik, tidak berkembang. Sebuah fenomena yang terjadi di dunia harus disikapi dari kaca mata yang  berbeda karena adanya suatu jalinan yang saling kait-mengkait. Dengan demikian ciri berpikir dari filsafat yaitu berpikir secara holistik dibutuhkan untuk mananggapi dan memecahkan suatu masalah demi mewujudkan suatu sistem kehidupan manusia yang seimbang secara batiniah dan rohani.

B.       Definisi Berpikir.          
Berpikir adalah proses yang intens untuk memecahkan masalah, dengan menghubungan satu hal dengan yang lain, sehingga mendapatkan pemecahan. Hal-hal yang akan dihubungkan tersebut belum tentu ada atau hadir di benak kita. Oleh karena itu berpikir melibatkan kemampuan untuk membayangkan atau menyajikan objek-objek yang tidak ada secara fisik atau kejadian-kejadian yang tidak sedang berlangsung.
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang memiliki kemampuan untuk berpikir (homo thinking), makhluk yang mampu membangun atau mengembangkan potensi rasa dan karsa (emotional quetion); dan makhluk yang mampu membangun kualitas kedekatan pata Tuhan (spiritual quetion) (Muthahhari, M.. 1997; Tafsir, A. 2007). Dengan kata lain, manusia adalah makhluk ‘multi dimensional’, dengan segala kemampuan yang dimiliki manusia mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan itulah yang menjadi senjata pamungkas bagi manusia dalam mengusai atau memberdayakan alam seisinya. Kemampuan multidimensi tersebut, menyebabkan manusia mampu mengembangkan beragam ilmu pengetahuan atau kebudayaan yang kompleks menuju keunggulan hidup (civilization).
Diantara bagian terpenting dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan adalah ‘kemampuan manusia untuk menalar’. Dari kemampuan menalar itulah manusia dapat: (a) mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara maksimal; (b) memilih dan membedakan sesuatu itu benar atau salah, sesuatu itu baik atau tidak baik; (c) memilih beragam alternatif pilihan jalan hidup yang benar atau tidak benar, bermanfaat atau tidak bermanfaat; dan (d) terus melakukan inovasi diberbagai bidang kehidupan dengan pola perubahan yang bersifat progress of change (Ankersmit. 1987; Sztompka, P. 1993).

C.       Konsep Berpikir Holistik         
Pikiran manusia cenderung bersifat analitis, memilah-milah, separa¬tis, friktif, parsial. Sebaliknya, pikiran tidak mampu mencerap objek secara tuntas. Hal ini disebabkan :

a.    Hakikat sesuatu objek pikiran selalu bersifat tersembunyi, atau setidaknya tidak akan pernah tuntas dicerap secara menyeluruh oleh pikiran. Ya, selalu saja ada bagian yang tidak kita mengerti. Makin banyak yang diketahui, maka jauh lebih banyak lagi yang belum diketahu. Kalau kita mengenal istilah metodologi, maka sebenarnya hanya berarti “cara logis untuk mendekati objek”, dan bukan cara mencerap objek secara tuntas.

b.    Dalam konteks praktis, biasanya kita lalu membagi tugas kepada beberapa orang dari berbagai disiplin ilmu misalnya. Model “membagi tugas” seperti ini mengandung kelemahan atau bahaya, kalau kita tidak memahami karakter pemikiran di balik pembagian tugas itu

c.    Oleh karena pikiran tidak akan pernah mampu mencerap hakikat objek secara tuntas, maka berarti pikiran tidak akan pernah mampu berbicara perihal kebenaran. Pikiran hanya mampu berbicara perihal kebetulan. Mengambil hikmah dari gambar di atas, maka “kebetulan + kebetulan = kebenaran” bukan? artinya, kita tidak bisa menemukan kebenaran dengan mengumpulkan kebetulan-kebetulan. Dengan kata lain, pikiran tidak mampu melakukan valuasi (penilaian salah-benar), pikiran hanya mampu melakukan evaluasi (menyatakan fakta-fakta parsial).
Contoh :
Suatu penelitian menghendaki Anda mengukur/mengamati karakter daun tanaman rambutan. Perhatikan kata daun, tanaman dan rambutan. Dan perhatikan pula, bagaimana suasana psikis Anda saat mengamatinya. Meskipun perhatian Anda tertuju hanya kepada daun, tetapi pasti Anda sadar sesadar-sadarnya bahwa daun itu hanyalah sebagian dari bagian-organis tanaman, dan tanaman itu adalah rambutan. Oleh karena daun itu hanya sebagian organ, maka pasti ia bersangkut-paut dengan bagian-bagian lain (akar, batang, dst.). Tetapi kita bisa membedakan bahwa daun bukanlah akar, dan akar bukanlah batang. Begitulah seterusnya kesadaran Anda dari saat ke saat selama melakukan pengamatan Oleh karena itu, praktik-praktik dalam ilmu ragawi biasanya bisa lebih dijamin kebenarannya daripada ilmu non-ragawi. Sehingga, bagian-bagian yang diamati secara terpisah pun, setelah disatukan akan membangun suatu sistem konsistensi logika yang utuh. Pada contoh di atas, rangkaiannya membentuk bangun tanaman rambutan. Suatu bangun yang membentuk sistem konsistensi logika yang utuh, itulah fakta namanya.
Berdasarkan uraian di atas, maka berlaku prinsip umum :
a. Keseluruhan tidak sama dengan jumlah bagian-bagiannya, atau
b. Keseluruhan sama dengan keseluruhan itu sendiri
Berdasarkan uraian di atas maka didalam memahami suatu objek, diperlukan pemahaman secara utuh dan menyeluruh terhadap objek tersebut atau disebut juga berpikir secara holistik. Ciri berpikir filsafat ini berlaku umum terhadap berbagai fenomena kehidupan manusia di dunia untuk mewujudkan keseimbangan hidup manusia. Dengan demikian konsep berpikir holistik dapat diuraikan sebagai berikut :

                         i.          Berpikir secara utuh, tidak terlepas-lepas dalam kapsul egoisme (kebenaran) sekoral yang sempit. Cara berpikir filsafat seperti ini perlu dikembangkan mengingat hakikat pemikiran itu sendiri adalah dalam rangka manusia dan kemanusiaan yang luas dan kaya (beraneka ragam) dengan tuntutan atau klaim kebenarannya masing-masing, yang menggambarkan sebuah eksistensi yang utuh. Baginya, pikiran adalah bagian dari fenomena manusia sebab hanya manusia lah yang dapat berpikir, dan dengan demikian ia dapat diminta pertanggungjawaban terhadap pikiran maupun perbuatan-perbuatan yang diakibatkan oleh pikiran itu sendiri. Pikiran merupakan kesatuan yang utuh dengan aneka kenyataan kemanusiaan (alam fisik dan roh) yang kompleks serta beranekaragam. Pikiran, sesungguhnya tidak dapat berpikir dari dalam pikiran itu sendiri, sebab bukan pikiran itulah yang berpikir, tetapi justru manusia lah yang berpikir dengan pikirannya. Jadi, tanpa manusia maka pikiran tidak memiliki arti apa pun. Manusia, karenanya, bukan hanya berpikir dengan akal atau rasio yang sempit, tetapi juga dengan ketajaman batin, moral, dan keyakinan sebagai kesatuan yang utuh.

                       ii.          Suatu pola pikir  dengan cara melihat keseluruhan sistem seakan-akan kita berada diatas helicopter dan melihat semua komponen sistem itu berinteraksi satu dan lainnya dibawah. Artinya kita selalu berpikir lebih luas dan memahami bahwa suatu bagian itu berkoneksi dengan bagian lainnya. Sehingga ketika ada gejala ketidak beresan, yang diperlukan adalah melihat dan bertanya sampai kita menemukan akarnya. Inilah yang penting dimiliki oleh individu yang ingin lebih maju.

                     iii.          Model berpikir yang menggunakan model divergen dan konvergen secara bertahap. Kemampuan menggunakan kedua model berpikir tersebut, ditambah kemampuan “melihat” hubungan antara ide-ide atau informasi-informasi yang sebelumnya tidak terhubung merupakan dasar bagi berpikir cerdas.

Secara singkat, holistic thinking adalah aktivitas berpikir yang merupakan gabungan antara dimensi-dimensi spiritual (moral, etika, tujuan hidup), psikososial (motivasi, empati), rasional (tingkat pertama dan tingkat kedua, lihat penjelasan di bawah), dan fisikal (eksekusi, implementasi, menerima umpan balik). Kecerdasan pada dimensi-dimensi tersebut dilabeli dengan istilah SQ (spiritual), EQ (emosional), IQ (rasional), dan PQ (fisikal). Contoh sederhana adalah ketika sesorang membuat masalah dengan kita, orang yang pikirannya sempit akan langsung menghajar dan memukulinya. Tetapi untuk orang yang cerdas akan mencari penyebab masalahnya dan menyelesaikannya dengan baik.

D.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemikiran secara Holistik      
Perkembangan globalisasi menuntut pengembangan pola pikir secara holistik. Beberapa faktor yang mempengaruhinya dapat diuraikan sebagai berikut :

a.    Kehidupan manusia terdiri dari beragam bidang kehidupan. Bidang-bidang kajian tersebut antara lain agama, hukum, bahasa, seni, matematika, sains, sosiologi, komunikasi, pendidikan dan sebagainya. Semua bidang tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya.

b.    Otak manusia sejak dilahirkan telah disiapkan untuk memahami berbagai macam bidang ilmu. Secara potensial hal itu sudah disediakan, tetapi secara realitas kerap kali yang berkembang hanya bagian-bagian tertentu saja dari otak manusia. Karena tidak dilatih secara maksimal.

c.    Jika dicermati, kehidupan manusia baik secara individu, sosial (komunitas), kehidupan hewan dan tumbuhan di alam, serta sistem mikroskopis dan makrokosmos yang ada di alam mini, akan didapati bahwa tidak ada satu pun makhluk yang independen secara mutlak. Semua makhluk itu terikat dalam sistem yang saling terhubung. Artinya, hakikat kehidupan kita ini bersifat komplek, tidak tunggal, tidak mandiri secara mutlak. Dengan demikian, memahami kehidupan ini juga membutuhkan perangkat-perangkat ilmu pengetahuan yang komplek pula.

d.   Dalam manajemen modern, banyak pihak telah lama menerapkan sistem pendekatan integral. Misalnya dalam industri perangkat keras komputer. Disana sebuah pabrik komputer tidak hanya merekrut ahli-ahli teknik komputer saja, tetapi mereka juga membutuhkan ahli desain, ahli bahasa, ahli marketing, peneliti sosial, sampai ahli psikologi. Dengan pendekatan yang bersifat menyeluruh (integral), diharapkan keputusan-keputusan manajemen yang diambil lebih dekat kepada realitas konsumen yang dihadapi.

e.    Ilmu pengetahuan telah melahirkan ilmuwan-ilmuwan multi disipliner yang menguasai ilmu agama, filsafat, matematika, sains, seni, sejarah, geografi dan lain-lain.

f.     Pemahaman bidang-bidang ilmiah secara holistik akan membawa kepada kebijaksanaan dan keputusan yang matang. Justru sikap fanatik kepada spesialisasi dan menolak keragaman perspektif, hal itu akan membawa kepada kesempitan pandangan dan kesimpulan yang mentah.

g.    Pada dasarnya, tidak ada satu pun bidang ilmu yang bersifat spesialis murni. Seorang ahli tidak akan menemukan sebuah teori baru tanpa alat bantu ilmu lain seperti ilmu fisika, informasi perpustakaan, dll.

h.    Dengan berpikir secara holistik, seseorang mampu beradaptasi dengan berbagai macam manusia, lingkungan dan kasus. Menghadapi orang desa berbeda dengan menghadapi orang kota, menghadapi orang Jawa berbeda dengan menghadapi orang Batak.

E.       Kesimpulan

Berpikir holistik dalam kehidupan manusia sangat penting. Apalagi kita sebagai makhluk sosial di zaman globalisasi ini, yang terus dihadapakan dengan suasana, lingkungan dan manusia yang berbeda. Berpikir holistik akan membuat orang lebih mudah beradaptasi dengan suasana, lingkungan, dan manusia yang baru serta berbeda.

Dengan berpikir holistik kita tidak akan terjebak dalam pemikiran- pemikiran yang bodoh. Kita bisa menghadapi segala sesuatu yang terjadi pada diri kita atau orang lain dengan pikiran positif.  Dan juga mampu menyelesaikan masalah dengan baik yang dimulai dengan mencari penyebabnya.

Bagi pelajar atau juga mahasiswa berpikir holistik sangat penting,  Akan sangat memudahkan kita sebagai mahasiswa dalam menghadapi masalah, tugas- tugas dan juga pekerjaan- pekerjaan diluar aktifitas belajar.

Yang lebih penting adalah berpikir holistik akan membuat kita lebih bijaksana. Meninggalkan segala macam hal yang buruk dan melaksanakan hal- hal yang baik. Sebagai makhluk sosial juga harus pandai memilih sahabat yang baik. Sebagai makhluk konsumen juga harus bijaksana, yang lebih dibutuhkan harus didahulukan. Sebagai politikus juga harus mementingkan rakyat daripada golongan dan individunya sendiri.

Referensi:

http://bongsochicha.blogspot.com/2012/08/berpikir-holistik.html (diakses tanggal 25 Maret 2013)

Cheat Counter Terrorism Condition Zero

7:32 PM Add Comment


Cheat
Effect
bot_kill
Membunuh semua bot ( langsung menang jika bom belum terpasang)
restart
restart map without losing any goals
cl_levellocks 16382
Bring down the All Deleted Scenes
sv_cheats 1
Enables cheats
god
Tidak terlihat
noclip
Tembus tembok
notarget
Musuh tidak bisa melihat mu
bot_zombie 1
Bot hanya diam tidak bergerak
bot_pistols_only
bot hanya akan membeli pistol
kick
kick the bots
bot_sniper_only
bot hanya membeli snipers
bot_goto_mark #number
membuat bot bergerak ke tempat tertentua
bot_difficulty
set tingkat kesulitan bot
bot_knives_only 1
Bot hanya memakai pisau
Fly
bisa terbang ^_^
sv_gravity #
Ganti "#" dengan nomor dan akan merubah gravitasi. Deaf = 800.
mp_c4timer #
Ganti "3" dengan nomor untuk merubah timer C4. Deaf= 45.
mp_friendlyfire #
Ganti "#" dengan angka 1 atau 0 untuk merubah Friendly Fire. 1=On 0=Off.
mp_startmoney #
Ganti "#" dengan angka untuk merubah jumlah uang. Deaf = 800.
career_end_round
Mengakhiri pertempuran (kalah).
career_restart
Restarts Pertempuran.
bot_zombie #
Ganti "#" dengan 1 atau 0 untuk membuat bot brjalan atau berhenti. 1=Moving 0=Non-Moving.
bot_difficulty
Set the BOTS difficulties.
bot_knives_only 1#
Ganti "#" dengan 1 atau 0 membuat bot hanya memakai pisau. 1=Only Knives 0=Not just knives. Deaf = 0.
v
Uang Maksimal
mp_freeztime
Menghentikan waktu, pemain masih tetap biasa bergerak.
sv_gravity
set gravitasi, semakin rendah # artinya kamu akan terlihat melayang, semakin tinggi # semakin berat berjalan dan jika jatuh damage nya lebih besar.
bot_stop 1
Makes the bot's stand still.
bot_allow_rogues 0
Menghentikan inisiatif bot, mereka akan patuh perintah mu.
bot_defer_to_human 0
bot tidak akan menunggumu untuk menyelamatkan sandera, memasang bom atau menjinakkan bom.
mp_startmoney 16000
Keuangan maksimal.
jointeam 6 ; jointeam 1
Menjadi Terrorist setelah mati
jointeam 6 ; jointeam 2
Menjadi Counter-Terrorist setelah mati
impulse 101
Doesn't give you more weapons. Instead gives you full money.
+graph
Shows a little information on the very bottom right of your screen
-graph
Disables the litte information on the bottom right corner when you have +graph on
sv_restartround 1
game restart setelah 1 detik
decalfrequency 0
Enables unlimited spraying
gl_spriteblend <0-1>
Enables blood thickening on or off. 0 = Off. 1 = On
cl_righthand <0-1>
Merubah tangan yg memegang senjata. 0 = tangan kiri. 1 = tangan kanan.
mp_autoteambalance <0-1>
Enables auto-team balance. 0 = Off. 1 = On.
mp_autokick <0-1>
Enables the local player to automatically kick other players. 0 = Off. 1 = On.
hud_deathnoticetime #
You can see the last deaths of players on the specified seconds.
sv_clienttrace #
Peluru tembus tembok.
mp_fadetoblack <0-1>
When set to 0, the screen will be black when any player from the server is dead. Switch to 1 to disable.
quit
Automatically ends the game and quits Condition Zero
disconnect
Automatically ends the game but doesn't quit Condition Zero
clear
Erases all the whole messages in the console.
list
Lists available servers to participate in.
alias "" ""
Executes the command by just entering the in the console.
sv_restart 1
game restarts setelah 1 detik (sama dengan "sv_restartround 1").
mp_tkpunish <0-1>
When enabled, bots/players who kills their teammate(s) will die on the next round. 0 = Off. 1 = On.
mp_hostagepenalty
Automatically kicks the bot/player if he kills so many hostages according to the value. Put 0 to disable.
maxplayers
Set maximum players saat membuat new multiplayer game. Hanya berlaku sebelum perang di mulai.
+commandmenu
Displays commands for faster use on the left side of your screen.
-commandmenu
Enter this code if you have "+commandmenu" activated only.
autobuy
Secara otomatis membeli senjata terbaik untuk tim kamu. AK-47 jika T dan M4A1 jika CT.
timerefresh
Refreshes time on the console.
Spawn indicated items
Tekan ` .Lalu ketik sv_cheats 1 untuk memperbolehkan cheat, lalu ketik give weapon_.
Cheat
Effect
weapon_ak47
spawns the name
weapon_aug
spawns the name
weapon_awp
spawns the name
weapon_deagle
spawns the name
weapon_famas
spawns the name
weapon_fiveseven
spawns the name
weapon_g3sg1
spawns the name
weapon_glock18
spawns the name
weapon_m3
spawns the name
weapon_m4a1
spawns the name
weapon_mac10
spawns the name
weapon_mp5navy
spawns the name
weapon_p228
spawns the name
weapon_p90
spawns the name
weapon_scout
spawns the name
weapon_sg550
spawns the name
weapon_sg552
spawns the name
weapon_tmp
spawns the name
weapon_ump45
spawns the name
weapon_usp
spawns the name
weapon_xm1014
spawns the name
ammo_generic
full ammo dari semua senjata yg kamu bawao
item_healthkit 1
give you 15 health, the number multiplies the amount to be restored
item_armor 1
give you 15 health, the number multiplies the amount to be restored
weapon_laws
give you LAWS (rocket launcher)
weapon_m60
give you M60 machine gun
weapon_shieldgun
give you a shield and a pistol